Nahwan Erlingga Networks
LV PHOTOGRAPHS
Google

Mengenal OOP Dengan PHP

Mungkin banyak yang mengira bahwa pemrograman berorientasi obyek atau istilah kerennya Object Oriented Programming (OOP) hanya dimiliki oleh C++ dan Java saja. Saya pun dulunya beranggapan demikian. Biasanya yang diajarkan di bangku kuliah untuk mata kuliah OOP pasti C++ atau Java.

Tidak heran apabila kita kurang familiar atau bahkan tidak tahu sama sekali kalau ternyata masih banyak lagi bahasa pemrograman lainnya yang mendukung OOP.

Kalau kita telusuri sebenarnya cikal bakal OOP ini malah bukan C++ ataupun Java. Anda tahu bahasa pemrograman apa yang pertama kali memperkenalkan konsep OOP? Bahasa itu adalah Simula, bahasa pemrograman yang muncul di tahun 60-an.

Berawal dari Simula itulah kemudian muncul bahasa pemrograman lain yang ikut-ikutan mengimplementasikan konsep OOP, diantaranya adalah C++, Java, Smalltalk, Pascal, Python, Perl, Ruby dan yang lainnya.

PHP — bahasa pemrograman web yang populer — juga mendukung konsep object oriented programming ini, namun belum begitu lengkap. Baru mulai versi 5, pengembangannya lebih ditingkatkan lagi.

Di artikel ini saya akan mengulas secara singkat bagaimana sih konsep pemrograman berorientasi obyek dengan PHP.

Apa Object Itu?

Pada dasarnya semua benda dapat dianggap sebagai object. Mobil, sepeda motor, meja dan sebagainya merupakan contoh object yang ada di dunia nyata. Setiap object mempunyai dua karakteristik utama, yaitu:

  • Object memiliki atribut. Misalnya object mobil mempunyai atribut roda, warna, merk dan sebagainya.
  • Object memiliki tingkah laku. Misalnya saja object mobil mempunyai perilaku kecepatannya bertambah dan sebagainya.

Seperti halnya penggambaran dalam dunia nyata, pemrograman berorientasi obyek juga menggunakan model object.

Agar lebih jelas, pembahasan kali ini akan saya awali dengan sebuah kode program sederhana.

Nama File: mobil.php

class Mobil
{
var $merk_mobil;

function set_merk($merk)
{
$this->merk_mobil = $merk;
}

function get_merk()
{
return $this->merk_mobil;
}
}

$mobil_pak_lurah = new Mobil();
$mobil_pak_lurah->set_merk('Toyota Avanza');
echo 'Mobil Pak Lurah merknya ' . $mobil_pak_lurah->get_merk();
?>

Jika kode program diatas dijalankan, misalnya http://localhost/mobil.php, maka akan ditampilkan tulisan di browser yang berbunyi “Mobil Pak Lurah merknya Toyota Avanza”.

Kode program diatas mempunyai sebuah kelas yang bernama Mobil. Kelas merupakan template yang menggambarkan data dari obyek yang bersangkutan. Pada PHP, sebuah kelas didefinisikan dengan kata kunci class dan diikuti dengan namanya.

Sebuah kelas biasanya mempunyai atribut yaitu variabel dan informasi tingkah laku disimpan dalam bentuk method. Pada kelas di atas, $merk_mobil adalah variabel sedangkan set_merk() dan get_merk() adalah nama method-nya.

Pendefinisiannya pun cukup mudah. Kita bisa mendefinisikan variabel dengan kata kunci var. Sedangkan untuk method, kata kunci yang dipakai adalah function. Tidak peduli apakah method tersebut memiliki nilai balik atau tidak, kita tetap memakai function.

Apa Beda Object dan Class?

Class merupakan prototype yang mendefinisikan variabel dan method secara umum. Sedangkan object adalah instansiasi dari class.

Dari kode program di atas, $mobil_pak_lurah merupakan object dari class Mobil. Sebuah object pada PHP dideklarasikan dengan kata new.

ref : magazine.sorsawo.com

No Response to "Mengenal OOP Dengan PHP"

Poskan Komentar

komentar'nya yang sopan ya. ok ;)
trims :)

Please, wait until it finishes loading. Please fill out the guest book, we already provide to visitors :)
'Attention! No SARA, No Bad Words, No Spaming, No Flooding, No Advertise Links, No Porn Link. Or You Will Be Banned!!

Seputar Info


Seputar Info


Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.





-->
Powered By Blogger
RETURN TOP